Tampilkan postingan dengan label wisata blora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata blora. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juni 2012

Wisata Blora Waduk Tempuran


Wisata Blora Waduk Tempuran
Tempatnya yang sejuk, bersih dan di lindungi oleh pohon - pohon tinggi, sejauh mata memandang adalah air itulah gambaran untuk Wisata Blora Waduk Tempuran.

Wisata Blora Waduk Tempuran
Rumah Joglo Waduk Tempuran

Di Wisata Blora Waduk Tempuran menyediakan aneka menu ikan. Wah,, enak makan bareng keluarga sambil menikmati indahnya waduk. Di Wisata Blora Waduk Tempuran juga menyediakan tempat yang menarik yaitu Rumah Joglo. Rumah Joglo ini disewakan untuk acara acara seperti Reunian.Selain itu juga ada kolam bermain bagi anak anak. Manteep pokok e,,Anda bisa mencobanya sendiri. 
 
Wisata Blora Waduk Tempuran ini letaknya berdekatan dengan Wisata Blora Kampoeng Bluron. Wisata Blora Waduk Tempuran merupakan objek wisata yang keberadaannya, melingkari perbukitan di Dusun Juwet, Desa Tempuran, Kecamatan Blora sehingga nampak seolah-olah keberadaan Dusun Juwet berada terapung diatas waduk. 

Wisata Blora Waduk TempuranWisata Blora Waduk TempuranWisata Blora Waduk Tempuran

Bagi Warga di luar Blora yang ingin menuju ke Wisata Blora Waduk Tempuran lebih kurang 10 km arah timur dari Kota Blora. Luas areal Objek Wisata Waduk Tempuran lebih kurang 4.675 Ha. Kawasan Wisata Blora Waduk Tempuran mempunyai multi guna :
    Wisata Blora Waduk Tempuran
  1. Wisata Blora Waduk Tempuran sebagai irigasi tanah pertanian dan lahan perikanan,
  2. Wisata Blora Waduk Tempuran juga sangat cocok sebagai pembinaan olahraga Dayung dan pengembangan Kepariwisataan, karena lokasinya yang begitu indah dan menarik. Sebagai pendukung Kepariwisataan antara lain : 
    Wisata Blora Waduk Tempuran
  • Adanya tempat pembibitan Ikan Tawar dengan sistem karamba.
  • Tempat berlatih atlet-atlet dayung Kabupaten Blora, yang sudah mampu berbicara baik ditingkat Nasional maupun Internasional.
  • Berkembangnya jasa / usaha-usaha di bidang kepariwisataan, sebagai contoh dengan keberadaannya rumah makan lesehan dan tempat pemancingan Caffe Campursari.
  • Adanya sarana wisata Tirta berupa 4 buah Angsa Air. Objek Wisata Waduk Tempuran dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Gunakan kotak Google Pencarian Custom disamping untuk mempermudah pencarian anda. 

    Rabu, 25 April 2012

    Wisata Blora Gubug Payung

    Wisata Blora Gubug Payung
    Wisata Blora Gubug PayungWisata Blora Gubug Payung  terletak di antara jalan raya Blora-Cepu ditetapkan sebagai Monumen Jati Alam, yang menempati petak 1.092 A (kode untuk pohon jati alam), dengan luas hutan 31,8 hektar. Sedang jumlah pohon jati sesuai yang tercatat di lokasi monumen, 1.766 batang. Tinggi pohon rata-rata 39 meter, garis tengah 89 centimeter dan sebagian besar berumur lebih dari 100 tahun.

    Melihat sekilas kondisi hutan Gubug Payung yang juga dijadikan tempat wisata ini, sungguh mengenaskan. Di kanan kiri jalan menuju lokasi, sejauh mata memandang hanya terlihat tonggak kayu peninggalan penjarah. Begitu pula tonggak kayu yang dicabut dibiarkan teronggok di tempat penimbunan kayu (TPK). Itu merupakan salah satu bukti bahwa hutan jati kelas dunia dan dilindungi ini tidak luput dari aksi pencurian/penjarahan. Di Wisata Blora Gubug Payung terdapat lintasan rel kereta api yang ditarik dengan lokomotif tua buatan Berliner Maschinenbaun ,Jerman, tahun 1928.

    Wisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang

    Wisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang
    Wisata Blora Petilasan Kadipaten JipangWisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang terletak di Desa Jipang, Kecamatan Cepu lebih kurang 45 km kearah Tenggara dari Kota Blora. Wisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang merupakan objek wisata peninggalan sejarah dan adat budaya pada jaman Kerajaan Pajang. Terkenal dengan sebutan Kadipaten Jipang Panolan yang berkedudukan di Desa Jipang, Kecamatan Cepu dan berada dipinggir Bengawan Solo, disamping sebagai pusat Pemerintahan sekaligus juga sebagai Bandar Perdagangan.

    Pada saat itu pemimpin Kadipaten Jipang adalah Adipati Aryo Penangsang dengan kudanya yang terkenal sakti ; "Gagak Rimang". 

    Petilasan Kadipaten Jipang Panolan setelah dihancurkan oleh Pajang yang masih ada hingga sekarang :
    • Petilasan Semayam Kaputren,
    • Petilasan Bengawan Sore,
    • Petilasan Masjid,
    Makam Kerabat Kadipaten waktu itu atau disebut Makam Gedhongan antara lain :
    • Makam R. Bagus Sumantri,
    • R. Sosrokusumo,
    • R.A. Sekar Winangkrong,
    • Tumenggung Ronggo Admojo,
    serta lebih kurang 20 meter ditepi Bengawan Solo terdapat Makam Santri Songo yang dibunuh karena diduga mata-mata dari Pajang, diantara kesembilan makam tersebut menurut keterangan penduduk, nama yang dikenal yaitu : 
    • R. Bagus Sulaiman,
    • Ismail,
    • dan Sulastri, 
    Wisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang banyak dikunjungi masyarakat untuk berziarah atau tujuan tertentu, terutama pada hari kamis malam jumat.
    Wisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang, sumber : http://khatusbikha.blogspot.com

    Wisata Blora Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban

    Wisata Blora Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban
    Wisata Blora Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban terletak di Dukuh Kedinding, Desa Ngarho, Kecamatan Kedungtuban sekitar 43 Km ke arah tenggara dari Kota Blora, mudah dijangkau kendaraan roda dua ataupun roda empat sampai ke jalan desa, serta jalan kaki sambil menikmati pemandangan alam untuk mencapai ke makam dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 500 m karena letaknya berada di puncak perbukitan dengan luas areal bangunan kurang lebih 49 m2.

    Menurut cerita masyarakat setempat, Wisata Blora Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban adalah makam seorang Adipati Panolan sesudah Ario Penangsang bernama Pangeran Adipati Noto Wijoyo. Di dalam halaman tersebut juga terdapat makam Nyai Tumenggung Noto Wijoyo. Karena jasa-jasanya yang sampai saat ini masih dikunjungi masyarakat untuk tujuan tertentu bahkan pernah dipugar oleh Bupati Blora pada tahun 1864 dengan memakai sandi sengkolo, Karenya Guna Saliro Aji (1864).
    Wisata Blora Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban, sumber : www.promojateng-pemprovjateng.com

    Wisata Blora Makam Maling Gentiri

    Wisata Blora Makam Maling Gentiri
    Wisata Blora Makam Maling Gentiri
    Wisata Blora Makam Maling Gentiri terletak di Desa Kawengan Kecamatan Jepon yang mudah dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat. Menurut buku karya Sartono Dirdjo (th 1984) serta buku tradisional Blora karya Prof. DR. Suripan Sadi Hutomo (th 1996) serta hasil dari cerita rakyat, Gentiri adalah anak dari Kyai Ageng Pancuran yang saat hidupnya memiliki kesaktian tinggi, suka menolong pada orang yang kesusahan serta orang yang tidak mampu. Namun dia suka mencuri dan hasil curian tersebut yang sering diberikan pada orang-orang yang membutuhkan. Maling gentiri di kalangan rakyat miskin dijuluki ratu adil yang dianggap sebagai tokoh yang suka mengentaskan rakyat dari kemiskinan.

    Dengan perjalanan sejarah yang panjang akhirnya maling Gentiri sadar dan semua yang kelakuan yang melanggar hukum ia tinggalkan. Akhirnya ia meninggal dan dimakamkan di Desa Kawengan kecamatan Jepon.disitulah Wisata Blora Makam Maling Gentiri. Karena jasa-jasanya terutama pada rakyat miskin, makam tersebut banyak dikunjungi masyarakat dalam maupun luar kota karena masih dianggap keramat dan memberikan berkah.
    Wisata Blora Makam Maling Gentiri, sumber : http://seputarcepublora.blogspot.com

    Wisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati Iswara

    Wisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati Iswara
    Wisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati IswaraWisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati Iswara terletak di Desa Janjang Kecamatan Jiken, kurang lebih 31 Km ke arah Tenggara dari Kota Blora atau 10 Km. dari Kecamatan Jiken. Mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Luas areal makam mencapai 1 hektar yang didalamnya terdapat makam Jati Kusumo dan Jati Swara, makam Rondo Kuning (putri yang tergila-gila ingin diperistri oleh kedua bangsawan tersebut), empat makam sahabat, bangsa sesaji, guci berisi air yang dianggap memberikan berkah, batu pasujudan dan bangsal untuk pertunjukan wayang krucil.

    Menurut cerita Rakyat setempat, Pangeran Jati Kusumo dan Pangeran Jati Swara adalah dua bersaudara putera dari Sultan Pajang. Memiliki kesaktian yang tinggi, suka menolong, dan juga suka mengembara ke berbagai daerah untuk menyebarkan Agama Islam. Hal itu terbukti dengan adanya bangunan masjid untuk mengingat jasa-jasanya.
    Sebagai kelanjutan masyarakat setempat dengan kedua tokoh tersebut, setiap tahunnya diadakan upacara khusus yakni Upacara Manganan Jangjang yang dilaksanakan setiap jumat pon pada bulan sapar (bulan jawa). Upacara ini menyedot ratusan orang untuk berkunjung ke Wisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati Iswara termasuk wisatawan dari luar kota. Selain itu setiap malam jumat pon, makam itu juga banyak dikunjungi peziarah.
    Wisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati Iswara , sumber :http://seputarcepublora.blogspot.com

    Wisata Blora Makam Sunan Pojok

    Wisata Blora Makam Sunan Pojok
    Wisata Blora Makam Sunan PojokWisata Blora Makam Sunan Pojok terletak di jantung Kota Blora dekat dengan Alun-Alun Kota Blora, tepatnya berada disebelah Utara Pasar Kota Blora, sangat strategis dan mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Menurut data inventaris Kepurbakalaan dari Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Blora serta hasil dari pendapat sebagian tokoh masyarakat mengenai data-data makam para tokoh Pemerintahan dan Keagamaan pada waktu dulu, merupakan awal mula pemerintahan di Kabupaten Blora.

    Barangjkali dari sini dapat digambarkan asal mula Kabupaten Blora. Wisata Blora Makam Sunan Pojok adalah Makam Pangeran Surobahu Abdul Rohim. Sebelumnya beliau adalah seorang perwira di Mataram yang telah berhasil memadamkan kerusuhan di daerah pesisir utara atau tepatnya didaerah Tuban, sekembalinya dari Tuban diperjalanan beliau jatuh sakit dan meninggal dunia di Desa Pojok Blora, Menurut seorang ahli makam, sekarang almarhum Mbah Sobib dari desa Bugel Menganti, Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara, Pangeran Surobahu Abdul Rohim juga punya nama kecil yaitu Benun ( Mbah Benun ). Karena jasa-jasa Sunan Pojok, maka putranya yang bernama Jaya Dipa diangkat sebagai Bupati Blora yang pertama ( Dinasti Surobahu Abdul Rohim ), setelah wafat digantikan oleh putranya yang bernama Jaya Wirya, Kemudian oleh Jaya Kusumo. Keduanya, setelah wafat dimakamkan dilokasi Makam Pangeran Pojok. Kauman. Makam Sunan Pojok sering dikunjungi/ diziarahi oleh banyak masyarakat pada malam jumat kliwon pon, setiap kegoatan Khoul tanggal 27 Suro ( Tahun Jawa ), serta pada saat Hari jadi Kab. Blora.
    Wisata Blora Makam Sunan Pojok, sumber : http://seputarcepublora.blogspot.com

    Wisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan

    Wisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan
    Wisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah IntanWisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan terletak di Pemakaman Umum di Desa Temurejo Kecamatan Blora, 5 Km. kearah Utara dari Alon-alon kota Blora. Wisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

    Berdasarkan jejak sejarah yang dihimpun dari berbagai sumber, wanita ini adalah pahlawan dari Aceh. Berdasarkan buku perang kolonial Belanda di Aceh yang diterbitkan oleh pusat dokumentasi dan informasi di Banda Aceh pada masa penjajahan Belanda dibawah pimpinan Letkol TJ Vetlman, srikandi Aceh tersebut ditangkap kemudian di buang ke Blora bersama kedua putranya yakni tuanku Meurah Intan dan tuanku Nurdin yang menetap di desa kauman.

     Poucut Meurah Intan meninggal pada tahun 1937, dan dimakam kan di Desa Temurejo Kecamatan Blora. Hingga kini makam itu masih sering didatangi terutama oleh warga Aceh yang kebetulan berkunjung untuk berziarah.Wisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan, sumber : www.promojateng-pemprovjateng.com

    Wisata Blora Makam K.H. Abdul Kohar (ngampel)

    Wisata Blora Makam K.H. Abdul Kohar (ngampel)
    Wisata Blora Makam K.H. Abdul Kohar (ngampel)Berdasarkan jejak sejarah yang ada, K.H. Abdul Kohar merupakan keturunan dari Kasultanan Demak, yaitu Raden Trenggono. Semasa hidupnya K.H. Abdul Kohar selalu mengembara untuk memperdalam ilmu Agama Islam, akan tetapi setelah bertemu dengan Kyai Noor Feqieh disarankan supaya menetap disuatu tempat, yang akhirnya ia menetap di Desa Ngampel dengan memulai babat hutan, mendirikan Masjid, Pondok Pesantren dan lain-lain. K.H. Abdul Koharakhirnya meninggal dan dimakamkan di Desa Ngampel dan sampai sekarang selalu diperingati setiap tanggal 15 Suro Tahun Jawa.

    Wisata Blora Makam K.H. Abdul Kohar (ngampel), terletak di Desa Ngampel Kecamatan Blora atau 10 Km kearah Utara Kota Blora ( jurusan Blora – Rembang ). Untuk mencapai kawasan Wisata Blora Makam K.H. Abdul Kohar (ngampel) ini sangat mudah karena bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu kawasan Wisata Blora Makam K.H. Abdul Kohar (ngampel) ini letaknya dekat dengan jalan besar jurusan Blora-Rembang.


    Wisata Blora Wisata Religi Makam Bupati Tempo Doeloe

    Wisata Blora Wisata Religi Makam Bupati Tempo Doeloe
    Wisata Blora Wisata Religi Makam Bupati Tempo DoeloeWisata Blora Wisata Religi Makam Bupati Tempo Doeloe terletak di Desa Ngadipurwo Kecamatan Blora atau 7 Km ke arah Utara kota Blora. Dilokasi ini terdapat 8 (delapan) makam Bupati tempo dulu yang pernah menjabat di Kabupaten Blora dari Tahun 1762-1925. Untuk mengenang jasa-jasanya setiap tahun diadakan upacara ziarah yang berkaitan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora pada tanggal 11 Desamber.

    Adapun Bupati yang dimakamkan di Wisata Blora Wisata Religi Makam Bupati Tempo Doeloe adalah :
    • R.T. Jayeng Tirtonoto, yaitu Bupati Blora Timur yang memerintah Tahun 1762-1782
    • pada masa Bupati kembar, yaitu R. Wilotikto di Blora Barat,
    • tetapi kemudian R.T. Wilotikto menyerahkan kekuasaannya kepada R.T. Jayeng Tirtonoto karena R. Wilotikto dipindahkan oleh ayahandanya di Kabupaten Pati.
    • Dengan demikian sejak saat itu R.T. Jayeng Tirtonoto memrintah sepenuhnya di Kabupaten Blora
    • R.T. Prawiroyudo, yaitu Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1821-1823
    • R.T. Wirtonegoro III, Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1823-1842
    • Bupati Joyonegoro ( putra Bupati Bojonegoro) R.M.T.A. Cokronegoro I, Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1842 ( hanya 7 Bulan)
    • R.M.T.A. Cokronegoro, Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1857-1885
    • R.M.T.A. Cokronegoro III, Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1886-1908
    • R.M. Said Abdul Kodir, Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1908-1925. 
    Untuk mengenang jasa-jasanya, Wisata Blora Wisata Religi Makam Bupati Tempo Doeloe selalu ramai oleh peziarah yang berkunjung. Selain itu setiap tahun selalu di selenggarakan upacara ziarah yang dikaitkan dengan kegiatan peringatan hari jadi Kabupaten Blora yang jatuh tanggal 11 Desember.

    Wisata Blora Waduk Greneng

    Wisata Blora Waduk Greneng
    Wisata Blora Waduk Greneng
    Wisata Blora Waduk Greneng mempunyai hamparan yang sangat luas + 45 ha dengan terdapat beberapa macam / jenis air tawar, sehingga banyak masyarakat setempat yang menjajakan ikan hasil tangkapannya, dalam hal ini merupakan kegiatan yang dapat menambah semaraknya suasana waduk sekaligus sebagai daya tarik Wisata Blora Waduk Greneng. Untuk mencapai Wisata Blora Waduk Greneng dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dan disamping itu medannya gak sulit.

    Wisata Blora Waduk Greneng merupakan sebuah tempat Obyek Wisata Alam berupa Waduk terletak didukuh Greneng desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, ra + 12 km kearah barat laut dari Kota Blora. Wisata Blora Waduk Greneng ini mempunyai fungsi ganda yaitu :
    • sebagai fungsi utama irigasi tanah pertanian
    • dan pembesaran ikan air tawar. 
    Karena letak dan lokasinya yang begitu indah dan menarik, serta berlatar belakang dekat dengan hutan Wilayah KPH Mantingan yang menambah suasana berkesan keindahan pemandangan alamnya, sehingga Wisata Blora Waduk Greneng juga merupakan Obyek Wisata yang banyak dikenal oleh masyarakat baik dari dalam maupun dari luar kota, khususnya kaum remaja yang mempunyai hoby memancing.


    Wisata Blora Tempat Pemandian Sayuran

    Wisata Blora Tempat Pemandian Sayuran
    Wisata Blora Tempat Pemandian SayuranWisata Blora Tempat Pemandian Sayuran terletak di daearah perbukitan atau tepatnya berada di Desa Soko, Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, lebih kurang 14 km ke arah timur Kota Blora. Sejak tahun 1990 Pemerintah Kabupaten Blora mulai menata kawasan Wisata Blora Tempat Pemandian Sayuran secara bertahap, diantaranya ; Kolam Renang, Bak Penampungan Air, Penghijauan dan lain sebagainya. Secara fisik luas kawasan Objek Wisata Sayuran 6,6 Ha, dengan ketinggian tanah lebih kurang 250 m di atas permukaan laut mempunyai hawa yang sejuk serta tiupan angin yang relatip kencang seperti layaknya daerah pegunungan, mempunyai pemandangan yang sangat menarik dan mengesankan.

    Apabila kita berada diatas perbukitan lebih kurang 2 km, kita akan dapat melihat dengan mata telanjang keindahan Pantai Utara, Objek Wisata Waduk Tempuran dan Kota Blora.Wisata Blora Tempat Pemandian Sayuran, sumber : www.iannnews.com

    Selasa, 24 April 2012

    Wisata Blora Wisata Geologi Sumur Minyak Tua

    Wisata Blora Wisata Geologi Sumur Minyak Tua
    Wisata Blora Wisata Geologi Sumur Minyak TuaKarena pada umumnya kawasan Wisata Blora Wisata Geologi Sumur Minyak Tua lokasinya berada di perbukitan dan ditengah kawasan hutan hal ini sangat menarik, unik dan menawan, sehingga banyak dikunjungi baik Wisatawan Nusantara maupun Mancanegara. 
    Adapun disekian banyak Wisata Blora Wisata Geologi Sumur Minyak Tua yang di ketemukan baik di wilayah Kabupaten Blora sendiri atau disekitarnya, terdapat sumur minyak tua yang ditambang secara tradisional oleh masyarakat setempat dengan menggunakan tali dan timba yang ditarik. Terdapat sekitar 15 orang diwilayah Wonocolo, tetapi masih masuk dikawasan hutan jati KPH Cepu Kabupaten Blora. 

    Wisata Blora Wisata Geologi Sumur Minyak Tua merupakan wisata alam atau kegiatan wisata dibidang ilmu kebumian dengan obyek berupa lokasi yang berkaitan erat hasil proses geologi yang terkandung dan tersimpan didalam alam antara lain Geologi Wisata yang berhubungan dengan minyak dan gas bumi.

    Sumur minyak dan gas bumi di wilayah Kabupaten Blora yang pertama kali di ketemukan oleh BPM pada tahun 1890, jumlah sumur sekitar 648 buah, 112 buah sumur diantaranya dapat memproduksi minyak kurang lebih 16.550.790 m2, sedangkan ladang gas bumi yang berada di wilayah Cepu terdapat di Balun dan Tobo.
    Wisata Blora Wisata Geologi Sumur Minyak Tua, sumber : http://seputarcepublora.blogspot.com

    Wisata Blora Loko Tour

    Wisata Blora Loko Tour
    Wisata Blora Loko Tour
    Rute menuju Wisata Blora Loko Tour
    Untuk menuju Wisata Blora Loko Tour, para wisatawan dapat menempuhnya dengan kendaraan roda empat atau bus melalui jalur Surakarta–Ngawi-Cepu (122 km),Surakarta-Purwodadi-Blora-Cepu (161 km), Semarang-Purwodadi-Blora-Cepu (162 km),Semarang-Kudus-Rembang-Cepu (182 km),dan Surabaya-Bojonegoro-Cepu (149 km). Khusus perjalanan yang ditempuh dari Surakarta, meskipun agak jauh namun lebih menguntungkan bagi wisatawan. Sebab pada jalur ini, wisatawan dapat singgah terlebih dulu di Museum Purbakala Sangiran Kabupaten Sragen, atau menyaksikan keajaiban alam Bledug Kuwu di Grobogan. Bledug Kuwu merupakan daerah penghasil garam tradisional, dimana bahan baku air asinnya bersumber dari kawah yang terlontar dari dalam tanah.

    Sejak kawasan hutan yang terbentang luas dimaksimalkan sebagai tempat wisata, Blora langsung merengkuh dua keuntungan sekaligus. 

    • Keuntungan pertama, berupa pemasukan retribusi yang terbukti mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 
    • Keuntungan kedua, berupa pengakuan dari masyarakat luar daerah, bahwa ternyata Blora tidak seburuk yang dikatakan orang. 

    Kini, banyak wisatawan dalam negeri maupun manca negara merasa penasaran jika belum menyaksikan potensi wisata hutan di Blora. Beragam cerita yang berkembang mengatakan, apabila kita menelusuri kedalaman hutan di Blora, maka kita akan bisa mengintip keindahan “surga”. Salah satu sarana bagi wisatawan untuk dapat mengintip keindahan “surga” tadi antara lain dengan memanfaatkan Loko Tour. Wisata Blora Loko Tour ini merupakan paket perjalanan wisata di Hutan Jati KPH Cepu, Blora, dengan rangkaian kereta api yang ditarik lokomotif tua buatan Berliner Maschinenbaun,Jerman, tahun 1928.

    Atraksi Wisata Blora Loko Tour
    Obyek utama perjalanan ini adalah melihat hutan jati (tectoca grandis) yang dikelola dengan memperhatikan azas kelestarian hutan. Loko Tour yang dipersiapkan khusus untuk kaum wisatawan, rutenya sangat panjang. Dengan melintasi hutan jati di wilayah :
    • BKPH Ledok, 
    • Kendilan, 
    • Pasar Sore, 
    • Blungun, 
    • Nglobo. 
    • Cabak, 
    • dan Nglebur. 

    Dalam ketataprajaan, lokasi-lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Cepu, Sambong,Jepon, Jiken, Kabupaten Blora. Sedang dua wilayah lainnya, masuk wilayah Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, Jatim. Sejumlah obyek wisata yang bisa disaksikan dalam paket Wisata Blora Loko Tour tadi selain lokomotif tua buatan tahun 1928, juga ada :
    • Bengkel Traksi, 
    • TPK Batokan, 
    • Bergojo, 
    • Kegiatan Pengelolaan Huta Jati berprinsip pada azas kelestarian hutan (penanaman, pemeliharaan, tebangan, saradan,angkutan),
    • serta Gubug Payung. 

    Bergojo, adalah semacam tempat penampungan air untuk keperluan lokomotif yang terletak di tengah hutan. Di sini, lokomotif akan berhenti sejenak mengisi air. Ketika loko diisi air, para wisatawan diizinkan turun untuk menyaksikan keelokan hutan Blora yang terkenal dengan para pencuri kayunya itu. Sekitar dua kilometer dari Bengkel Traksi, peserta Loko Tour bakal ditunjukkan tempat penimbunan kayu (TPK) Batokan. TPK ini memiliki areal seluas 36,2 hektar, berdaya tampung 40.000 m3 kayu pertukangan dan 10.000 sm. Bersebelahan dengan TPK Batokan, terdapat Industri Pengolahan Kayu Jati (IPKJ) Cepu.

    Setelah penat berputar, wisatawan peserta Wisata Blora Loko Tour oleh pemandu wisata dari Perum Perhutani dibawa ke Gubug Payung. Gubug di pedalaman hutan ini merupakan tempat peristirahatan yang memiliki Monumen Hutan Jati Alam, terletak pada petak 1.092a, BKPH Pasar Sore, KPH Cepu inilah, pengunjung dapat melihat pohon-pohon jati tua yang pernah dipotong tahun 1976. Pohon jati itu sendiri berumur lebih 100 tahun. Ini dibuktikan dengan menghitung lingkaran tahun pada penampang batang yang dipotong, berjumlah sekitar 108 lingkaran. Apabila para wisatawan ingin melakukan paket perjalanan selama dua hari atau lebih dengan Loko Tour, maka panitia telah menyediakan tiga tempat penginapan. Yaitu di Duta Ubaya Rimba (12 kamar), Wisma Sorogo (5 kamar), dan Pesanggrahan (4 kamar). Tarif perjalanan paket Loko Tour ini tergolong murah, hanya 40 dolar/orang/hari, termasuk biaya penginapan dan makan. Selepas menghilangkan rasa penat di Gubug Payung, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan menyaksikan sistem tebang, saradan, dan pengangkutan kayu jati, secara langsung di tengah hutan. 

    Dua tahun sebelum ditebang pohon jati mesti dimatikan terlebih dengan cara diteres. Proses ini merupakan upaya mengurangi kadar air di dalam kayu. Dengan langkah tersebut kelak akan diperoleh kayu jati berkualitas tinggi, lebih awet, tidak mudah pecah, ringan waktu diangkut, dan mudah dikerjakan. Setelah mengalami teresan selama dua tahun, pohon jati baru ditebang. Penebangan dilakukan para blandong, yaitu tukang tebang professional yang tinggal di seputar hutan.Wisata Blora Loko Tour, sumber : http://santuncahblora.blogspot.com

    Wisata Blora Agrowisata Temanjang

    Wisata Blora Agrowisata Temanjang
    Wisata Blora Agrowisata Temanjang ini dikenal pula dengan Agrowisata DUNGMANDUR, karena terdapat kedung yang tak pernah habis airnya. Ditempat ini setiap malam Jumat sering digunakan kegiatan spiritual bagi yang mempunyai maksud tertentu. Disamping banyak pohon buah-buahan, juga tersedia pesanggrahan sebagai tempat peristirahatan.

    Wisata Blora Agrowisata Temanjang sangat cocok dijadikan menjadi tujuan wisata menghilangkan penat karena memiliki pemandangan yang serba hijau sehingga dapat mengembalikan kesegaran pada diri kita baik pada penglihatan yang dulunya agak buram menjadi sangat terang dan segar atau tubuh yang kembali segar bugar.

    Wisata Blora Agrowisata Temanjang ini terletak di desa Temanjang Kecamatan Bandarejo atau sekitar 16 km kearah selatan Kota Blora. Wisata Blora Agrowisata Temanjang ini berada di tengah-tengah kawasan hutan jati dengan luas areal sekitar 3 hektar.

    Wisata Blora Waduk Bentolo

    Wisata Blora Waduk Bentolo
    Wisata Blora Waduk Bentolo
    Wisata Blora Waduk Bentolo terletak di wilayah Kecamatan Todanan terletak tidak jauh dari lokasi Wisata Blora Goa Terawang sekitar 0,5 km ke arah selatan dari Wisata Blora Goa Terawang atau sekitar 34 km ke arah barat Kota Blora, mudah dicapai dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

    Wisata Blora Waduk Bentolo, merupakan obyek wisata alam buatan berupa waduk yang dibangun Pemerintah Kabupaten Blora yang mempunyai fungsi utama yaitu sebagai irigasi lahan pertanian.

    Luas Wisata Blora Waduk Bentolo sekitar 270.795 m. Di kawasan ini pula terdapat Bumi Perkemahan yang sangat luas dan dikenal dengan nama Bumi Perkemahan Pancasona.

    Wisata Blora Goa Terawang

     Wisata Blora Goa Terawang
    Wisata Blora Goa Terawang
    Wisata Blora Goa Terawang Lokasinya berjarak 32 kilometer arah barat Kota Blora atau 107 kilometer dari Kota Semarang. Untuk mencapai Wisata Blora Goa Terawang sudah tersedia jalan desa yang mulus, dapat ditempuh dari Semarang-Purwodadi-Wirosari menuju ke Kunduran Kabupaten Blora. Tepat di pertigaan depan Puskesmas Kunduran, pengunjung bisa belok kiri melintasi jalan desa yang mulus sepanjang lebih kurang 8 kilometer. Kawasan Wisata Blora Goa Terawang berada persis di tepi jalan. Kalau dari Blora, pengunjung menuju ke arah pertigaan Pasar Ngawen, kemudian membelok ke kanan melintasi jalan menuju ke Japah, Padaan, Ngapus, hingga tiba di Todanan atau sekitar 10 kilometer.

    Kawasan Wisata Blora Goa Terawang merupakan kompleks goa yang memiliki enam goa dalam satu kawasan, ini terbanyak di Jateng. Di dalam kawasan seluas 13 hektar itu terdapat satu goa induk, satu sendang, dan lima goa kecil lainnya. Goa ini merupakan satu-satunya goa yang di dalamnya terang di siang hari karena terkena sinar matahari. Di kompleks Wanawisata Goa Terawang terdapat kawasan arena bermain anak yang terletak 50 meter dari mulut Goa Terawang yang terasa sejuk karena dipayungi ratusan pohon jati besar.

    Wisata Blora Goa Terawang memiliki lingkungan berhawa sejuk, segar,dengan panorama hutan yang memesona. Pertengahan November 2006,misalnya, meski kawasan itu masih diliputi musim kemarau, suhu udaranya hanya 21,8 derajat Celsius. Ketika matahari mencapai puncaknya, suhu udara di kawasan itu masih di bawah 36 derajat Celsius. Ini tiada lain berkat rimbunnya pohon-pohon jati tua yang besar dan rindang, di samping pohon besar lain, seperti pohon asam jawa dan pohon trembesi. Lokasi Wisata Blora Goa Terawang berada pada elevasi 172 meter di atas permukaan laut, di kawasan Pegunungan Kapur utara Jateng bagian timur. Wisata Blora Goa Terawang terletak di relung bagian bawah. Menuju ke pintu goa tersedia anak tangga yang dilengkapi besi pengaman di bagian tengahnya sepanjang 15 meter. 

    Ketinggian kelima goa yang ada di kawasan Wisata Blora Goa Terawang bervariasi antara 1 meter dan 24 meter. Lebarnya juga bervariasi, dari 3 meter hingga 18 meter. Goa Terawang ini memanjang, menyerupai deretan rumah yang saling terhubung sepanjang 600 meter lebih. Tinggi langit-langitnya juga bervariasi, antara empat meter. Ada yang berbentuk parabola dihiasi stalaktit berbagai bentuk yang menawan. Bila musim hujan, stalaktit dan stalagmit akan meneteskan air sepanjang musim. Dalam sejarahnya tidak ada legenda rakyat yang mengemuka dari kawasan wisata Goa Terawang.

    Wisata Blora Goa Terawang ini sudah dikenal sejak zaman raja-raja Jawa untuk tempat bertapa guna memperoleh kekuatan mistis.Pada masa pemerintahan Belanda, Wisata Blora Goa Terawang ini banyak menyimpan sejarah karena sering digunakan untuk pertemuan Bupati Blora semasa RMA Cokronegoro dengan pejabat-pejabat Belanda. Konon, tiap akhir pertemuan selalu diadakan pesta dansa bagi pejabat yang hadir. 

    Namun, pada masa perang kemerdekaan, Wisata Blora Goa Terawang ini menjadi daerah pertahanan bagi para pejuang. Keunikan di Wisata Blora Goa Terawang ini, para pengunjung leluasa mengamati goa di siang hari. Di langit-langit goa terdapat sejumlah lubang alami yang memungkinkan sinar matahari menerobos masuk ke dalam dan menerangi bagian dalam goa. Oleh sebab itu, goa ini disebut Goa Terawang. Berkat lubang-lubang cahaya tadi, pengunjung tidak saja mendapat sirkulasi udara yang segar, tetapi bisa dengan saksama mengamati keunikan dan keragaman bentuk-bentuk stalaktit dan stalagmit yang terdapat di dalam goa. 

    Diyakini, stalaktit dan stalagmit yang ada di dalam goa itu masih tumbuh dan memberikan keragaman bentuk, seperti cumi-cumi raksasa atau jamur. Sementara stalaktit yang menjuntai ke bawah dari dinding atas berpadu menyambung dari langit-langit hingga lantai goa. Di salah satu sudut dinding goa, pengunjung juga bisa menemukan stalaktit mirip gigi "buta" (raksasa). Cahaya yang masuk ke dalam goa itu menciptakan bias sinar matahari yang memberi kesan tersendiri. Ada nuansa "pencerahan" pada berkas-berkas cahaya yang jatuh menimpa bagian-bagian tertentu dinding goa. Seperti ada yang mengatur saja, cahaya yang masuk itu hanya menerangi panorama tertentu, tetapi memperjelas detail tiap sudut goa. Jadi, bayangan bahwa goa itu angker menjadi sirna. Yang ada lukisan alam yang menakjubkan.
    Bagi pengunjung yang menggunakan angkutan umum untuk mencapai Wisata Blora Goa Terawang, cara yang gampang adalah dengan menaik bus dari Semarang atau dari Blora, lalu turun tepat di Puskesmas Kunduran. Kemudian, pengunjung pindah ke angkutan minibus jurusan Blora-Todanan yang tersedia tiap saat. Sebaiknya pengunjung menghindari perjalanan setelah magrib atau selepas pukul 15.30. Sebab, angkutan umum yang melayani rute Kunduran ke kawasan Wisata Blora Goa Terawang sangat jarang. Memang, rambu petunjuk arah menuju ke goa itu tidak terlihat lagi. Di sepanjang jalan utama Semarang-Blora, rambu juga tidak terpasang sehingga agak merepotkan pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi. Namun, tak perlu khawatir, Anda bisa bertanya kepada setiap penduduk setempat. Pada akhir pekan sering kali ada pertunjukan hiburan musik dangdut atau kegiatan pertemuan di pendapa limasan khas rumah Blora di areal kawasan Wisata Blora Goa Terawang Gigi "buta"

    Wisata Blora Gunung Manggir

    Wisata Blora Gunung Manggir
    Wisata Blora Gunung Manggir
    Wisata Blora Gunung Manggir merupakan obyek wisata alam berupa pegunungan dan terdapat Goa yang lokasinya terletak di perbukitan Manggir, desa Ngumbul Kecamatan Todanan, + 38,5 km daerah barat dari kota Blora atau + 3,5 km ke arah barat dari obyek wisata Goa Terawang. 

    Wisata Blora Gunung Manggir berada di perbukitan batuan kapur dengan ketinggian + 250 m dari permukaan laut. luas areal + 4 Ha. Wisata Blora Gunung Manggir juga terdapat Goa yang letaknya berada di dekat puncak gunung 

    Manggir dengan mempunyai tiga trap atau tingkatan yaitu : 
    • Trap atas/ trap pertama ,
    •  trap tengan dengan kedalaman + 15 m, 
    • dan trap bawah mempunyai kedalaman + 7 m. 

    Didalam goa ini terdapat stalaktit dan stalakmit yang unik dan menarik. Di Wisata Blora Gunung Manggir disamping terdapat goa Manggir juga terdapat goa Mangklih yang letaknya terdapat dibagian utara gunung tersebut yang didalamnya terdapat mata air (sendang). 

    untuk mencapai Wisata Blora Gunung Manggir dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau empat. dari jalan aspal kearah goa + 1 km melewati jalan kampung dan jalan setapak. Puncak gunung Maggir memiliki tanah terbuka + 5 m2, apabila kita melihat dari sini kesegala arah akan tampak pemandangan yang mengesankan, begitu indah dan menawan, lebih-lebih pada sore hari kita dapat melihat indahnya matahari terbenam.


    Wisata Blora Kampung Bluron

    Wisata Blora Kampung Bluron
    Wisata Blora Kampung Bluron
    Banyak daerah yang saat ini tengah mengembangkan wisata air karena minat masyarakat yang cukup tinggi, dan Kabupaten Blora pun tak ketinggalan. wahana wisata air itu diberi nama Wisata Blora Kampung Bluron merupakan salah satu pilihan terbaru untuk berlibur yang menjadi favorit masyarakat Blora dan sekitarnya. Kawasan ini terletak 8 kilometer dari pusat kota atau tepatnya di kawasan Waduk Tempuran Desa Tempuran Blora Jawa Tengah. Wahana ini selalu ramai dikunjungi oleh sejumlah keluarga yang ingin berlibur pada setiap akhir pekan dengan tempat yang mampu menampung sekitar 200 hingga 250 orang. Wahana permainan yang ada yakni kolam renang yang dilengkapi dengan ember tumpah atau kali deres (dalam bahasa Jawa). 

    Wisata Blora Kampung Bluron merupakan tempat bermain air yang sangat digemari anak-anak maupun orang dewasa, dan sangat cocok untuk wahana berlibur keluarga dengan harga terjangkau dan tidak terlalu jauh dari Kota Blora.

    Di Wisata Blora Kampung Bluron para pengunjung bisa menikmati resto dan pondok lesehan dengan berbagai menu yang cukup menarik untuk dicoba dan sebagian besar merupakan masakan khas Blora dan Jawa pada umumnya. Selain itu Wisata Blora Kampung Bluron juga menyediakan sanggar batik yang menawarkan batik-batik tulis pilihan khas Blora, dan pada kesempatan tertentu pengunjung bisa melihat langsung cara membatik maupun belajar membatik di sanggar tersebut. Jalanan menuju kawasan Wisata Blora Kampung Bluron cukup baik dengan jalan beraspal dan mampu dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan tempat parkir yang cukup luas. Untuk menikmati wahana air yang indah ini dan cocok untuk dewasa maupun anak-anak, pengunjung hanya ditarik tiket seharga Rp 10 ribu untuk anak-anak dan Rp 15 ribu untuk orang dewasa.