Tampilkan postingan dengan label Blora Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blora Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Mei 2012

SMK Ma'arif Jadikan Siswa sebagai Pelanggan

SMK Ma'arif Jadikan Siswa sebagai Pelanggan

SMK Ma'arif Blora

Terima Sertifikat ISO

Blora-Bupati Blora Djoko Nugroho memberikan apresiasi yang tinggi atas diterima sertifikat manajemen mutu (SMM) ISO 9001:2008 dari PT. TUV Reinland yang berpusat di Jerman melalui perwakilannya yang ada di Yokyakarta.

"Dengan telah diterimanya ISO, maka sekolah harus semakin maju untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam segala hal, khususnya keterampilan dan belajar, agar setelah lulus siswa SMK Ma'arif bisa mandiri dan meciptakan lapangan kerja,"pesan Bupati Djoko Nugrohodi SMK yang beralamat di Jalan Raya Blora Tunjungan Km.3 selasa (8/5)
Djoko Nugroho menekankan bahwa sebagai sekolah yang bernafaskan Islam, maka peningkatan moral harus dikedepankan dan di tanamkan betul kepada seluruh siswa."Selain bidang akademik, peningkatan moral harus menjadi ciri khas bagi siswa di SMK ini,"tambahnya.
Kepala SMK Ma'arif Blora Suratman mengatakan, kalau penerimaan sertifikat manajemen mutu bukan merupakan tujuan akhir, justru setelah penerimaan ISO akan menjadi tantangan yang berat, serta harus menjadi lebih baik dan semakin berkembang dalam segala hal, demi meningkatkan kualitas siswa.
Bekal
Menurutnya, sekolah menempatkan prinsip bahwa siswa adalah pelanggan yang harus dilayani dengan baik. Pelayanan yang diberikan itu, dengan memberikan bekal dan keterampilan yang cukup, sehingga mereka bisa bersaing setelah lulus.
Sekaligus menjadikan orang tua, sebagai partner dalam mendidik siswa."Selama disekolah mereka telah diberikan pelajaran, maka setelah tidak ada di sekolah kewajiban orang tua untuk tetap memberikan pelajaran sendiri,"tandasnya.
Di usianya yang ke-17 ini, SMK Ma'arif memiliki kometmen untuk menerima masukan dari siapa saja, khususnya orang tua siswa. karena masukan dan kritikan untuk kemajuan sekolah dan siswa ke depannya.
Dalam perayaan penerimaan ISO tersebut, juga digelar berbagai macam kegiatan, seperti basar dan pameran dengan menampilkan produk kerajinan dan usaha yang dibuat siswa SMK, yaitu tas,taplak meja dari kain perca, bunga kertas, handycraf dan kerajinan lainnya. Juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa dan masyarakat sekitar SMK Ma'arif.
pameran dan Basar tersebut, diikuti tiga jurusan yang ada, yaitu Administrasi Perkantoran, Akuntansi dan Teknik Komputer Jaringan. Untuk tahun ajaran baru, akan membuka tiga jurusan lagi, yaitu teknik sepeda motor, teknik kendaraan ringan dan teknik ototronik. "Barang yang dipamerkan dan dijual seuanya hasil karya siswa, melalui pelajaran kewirausahaan,"kata guru mata pelajaran kewirausahaan Sukartini.(gie-40)
SMK Ma'arif Jadikan Siswa sebagai Pelanggan sumber koran Suara Muria Rabu, 9 Mei 2012
 

PT. Blora Patra Energi Operasikan 11 Sumur Minyak

PT. Blora Patra Energi Operasikan 11 Sumur Minyak

sumber daya galian Kabupaten Blora

Blora-Harapan warga di sekitar sumur minyak tua yang perizinannya di kantongi PT. Blora Patra Energi untuk segera bekerja, bakal kesampaian.

Tahun ini di rencanakan ada 11 sumur dari 36 sumur akan beroperasional PT. Blora Patra Energi."Tahun ini, ada 11 sumur yang akan di operasikan,"tandas Direktur PT. Blora Patra Energi Christian Prasetya, kemarin.
Dikemukakan melalui kerja keras Pemkab Blora melalui PT. Blora Patra Energi berhasil memperoleh hak pengelolaan 36 sumur minyak tua yang tersebar di 5 kecamatan. Masing - masing di kecamatan Jati, Randublatung, Kedungtuban, Banjarejo dan Kecamatan Blora Kota.
Menurut Cristian, dari 36 sumur itu, 25 diantaranya berada di kawasan hutan milik Perhutani, sehingga untuk mengeksplorasi membutuhkan izin dari kementrian Kehutanan.
Sementara untuk 11 sumur lainnya berada di luar, dan sumur2 ini yang pada tahun 2012 akan di operasikan.
Urus Izin
Ditanya kapan akan dioperasikannya 25 sumur lainnya, dia mengatakan saat ini Blora Patra Energi sedang mengurus izin ke Menteri Kehutanan, dan diharapkan secepatnya bisa selesai sehingga bisa segera di operasikan menyusul 11 sumur lainnya.
Mengenai hasil produksi, menurut Christian, pihaknya tidak bisa memprediksi, pasalnya yang namanya sumur tua tidak bisa diprediksi pasti berapa besar kandungan minyaknya.
Hanya saja, pihaknya berharap hasilnya bisa maksimal sehingga penambang di untungkan dan perusahaan juga bisa meraih keuntungan.
Mengenai proporsi pembagian hasil, dikatakan semua sudah ada aturan mainnya. Yakni dari total jasa angkut Rp. 2.490,56 / liter, nantinya akan diperinci 70% untuk penambang, 1,52% untuk biaya penampungan, biaya penggantian transportasi atas minyak 4,66%, fee untuk KUD/BUMD sebesar 10,30%, pemeliharaan alat operasi 5,76%, dan kecelakaan kerja 1,74%. kemudian sisanya 6,02% untuk peralatan, perlengkapan dan kegiatan itu sendiri.(ud-40)
PT. Blora Patra Energi Operasikan 11 Sumur Minyak sumber Koran Suara Muria Rabu,9 mei 2012

Selasa, 08 Mei 2012

Kabar Gembira Blora Dipastikan Dapat Bagian Gas Sumber

Kabar Gembira Blora Dipastikan Dapat Bagian Gas Sumber
BLORA - Perjuangan Pemkab Blora meminta jatah gas yang diproduksi sumur gas di desa sumber kecamatan kradenan membuahkan hasil.
pemetaan gas bumi indonesia
Pemerintah Pusat memastikan Blora mendapat bagian gas yang diantaranya untuk kebutuhan rumah tangga (city gas ). Kepastian itu di peroleh setelah Dinas Energi Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Blora menerima surat dari Dirjen Kementrian ESDM.
"Tentu kami bersyukur. Kerja keras dari Pemkab membuahkan hasil. Surat kepastian mendapatkan bagian gas sudah kami terima,"ujar Kepala Dinas Sumber Daya Mineral ( ESDM )Blora, Setyo Edy, kemarin.
Dia mengemukakan, surat tersebut tertanggal 16 April. Dalam surat yang ditandatangani Plt Dirut Pembinaan Usaha Hilir Migas, A.Edy Hermantoro itu menyebutkan, Blora sudah masuk dalam jalur peta jaringan ( road map ) pembangunan jaringan distribusi gas bumi. Salah satu pertimbangannya adalah karena pasokan untuk jaringan distribusi gas bumi ke rumah tangga sudah tersedia.
Dirjen Migas akan mengusulkan perencanaan pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga di Blora tersebut dalam bentuk Front end Enginering Design fo Detail Contruktion ( FEED ) dan Design Enginering for Detail Construction ( DEDC ) pada tahun anggaran 2012. Dengan asumsi penbangunan selama satu tahun atau lebih, maka diperkirakan pada 2013 atau 2014 program itu bisa berjalan.

Kabar Gembira Blora Dipastikan Dapat Bagian Gas Sumber
Lokasi Produksi
Salah satu wilayah yang menerima program tersebut adalah desa di sekitar lokasi sumur. Jaringan pipa gas itu, lanjut Edy akan di pasang mulai dari lokasi produksi di desa Sumber sampai di Tambaklorok Semarang. Sebab gas dari Blora itu nanti akan digunakan untuk pembangkit listrik. Jaaringan pipa itu direncanakan di bangun mulai 2014. Namun perencanaan akan dilakukan tahun ini, jaringan pipa yang untuk jatah Blora juga di pasang. "Jadi kami tinggal menunggu pelaksanaannya saja,"kata Setyo Edy.
Sekedar diketahui, produksi gas dari sumur di desa Sumber itu di perkirakan mencapai 65 million cubic feet per day ( mmscdf ). Pemkab Blora meminta bagian 5 mmscfd dari total produuksi tersebut. Permintaan langsung di sampaikan ke Pemerintah Pusaat melalui surat. Selain itu, juga terus di lakukan lobi - lobi, akhirnya mulai ada titik terang. 
Gas dari sumber akan di salurkan ke pembangkit listrik di Tambaklorok  Semarang melalui jaringan sepanjang sekitar 130 an kilometer. Menurut rencana permintaan gas sebanyak 5 mmsfd itu oleh Pemkab Blora akan dipakai untuk program city gas ( 1 mmsdf ) dan sisanya 4 mmsdf akan dimanfaatkan untuk produksi CNG ( Copresing Natural Gas ) atau gas kering. Dengan begitu, nanti pemkab akan membangun fasilitas untuk CNG tersebut. (H18-42)

artikel Kabar Gembira Blora Dipastikan Dapat Bagian Gas Sumber dari koran Suara Muria selasa 8 Mei 2012.


Senin, 07 Mei 2012

SMK Kristen Blora Terima ISO 9001:2008

SMK Kristen Blora Terima ISO 9001:2008
ISO 9001:2008
Blora - SMK Kristen Blora menerima sertifikat Sistem Manajemen Mutu atau yang di kenal dengan sertifikat ISO 9001:2008. Penyerahan Sertifikat ISO tersebut dilakukan langsung dari PT. Tuv Rheinland yang berpusat di Jerman, kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Blora Adi Purwanto yang selanjutnya diserahkan kepada Kepala SMK Kristen Blora Ema Rumayanti, di Kampus SMK Kristen Blora, kemarin.
Dalam kesempatan itu, dihadiri pula Ketua DPRD Blora HM Kusnanto yang merupakan alumnus SMK Kristen .
Adi Purwanto menyambut baik diperolehnya ISO 9001:2008 yang merupakan cerminan bahwa sekolah sudah mengalami kemajuan yang luar biasa, dalam semua hal penyelenggaraan pendidikan.
Sekaligus menjadi bukti kalau sekolah tersebut telah mencapai visi dan misi yang di canangkan oleh semua pelaku pendidikan di SMK Kristen Blora.
"Setelah menerima sertifikat ISO ini harus bisa lebih baik dari sebelumnya, maka harus bisa lebih baik dari sebelumnya, maka harus bisa lulus 100 persen nantinya," ujar Adi Purwanto.
Menurut Adi, mendapat sertifikat ini hendaknya bukan sebagai tujuan akhir, namun tantangan bagi lembaga sekolah, terlebih sekolah swasta, maka pelayanan harus menjadi pilihan yang utama sekaligus semakin meningkatkan kualitas pendidikan yang ada.
"Harus ada sesuatu yang dibanggakan sehingga menjadi pillihan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMK ini,"pesan Adi Purwanto.(gie-40)

artikel tentang SMK Kristen Blora Terima ISO 9001:2008 dari : Suara Muria,senin tanggal 7 Mei 2012

Fakta Unik dari Blora

Fakta Unik dari Blora
homo soloensis
Potensi dan Penelitian Arkeologi Daerah Blora
Blora sebagai salah satu sasaran penelitian arkeologi sudah berjalan sejak tahun 1970 an. Walaupun penelitian arkeologi telah sering dilakukan , akan tetepi masih bersifat parsial dan hasil antara penelitian yang satu dengan yang lain belum terintegrasikan dalam satu tujuan yang terkait dengan upaya pengembangannya. Dari kegiatan survey dapat diketahui adanya beberapa tabel yang memuat potensi sumber daya arkeologi dalam berbagai jenis karakteristiknya antara lain kondisi kebutuhan material, keterawatan, dan keterancaman dari suatu bahaya. Dari hasil survey tersebut akan dapat dinilai atau di bobot situs2 atau potensi sumber daya arkeologi yang mendesak untuk ditangani, kurang mendesak untuk dikelola lebih lanjut, ataupun situs2 yang perlu mendapatkan perhatian.

Fakta Unik dari Blora
Pusat penelian dan pengmbangan arkeologi nasional menetapkan kabupaten blora sebagai kawasan studi purba. Pasalnya sejumlah arkeolog banyak menemukan fosil2 dan peninggalan manusia purba di bekas endapan sungai bengawan solo purba. Penetapan ini sendiri dilakukan dalam seminar pengelolaan cagar budaya di blora pada 9 desember 2008. Peneliti senior pusat penelitian dan pengembangan arkeologi nasional. Prof. Truman Simanjuntak mengatakan blora memiliki sejarah hunian yang sangat panjang. Sejumlah arkeolog yang mengadakan penelitian di blora dapat menemukan dan mempelajari evolusi lingkungan, manusia dan budaya. Hal ini di buktikan dengan penemuan fosil manusia purba yang terakhir. homo soloensis di ngandong kecamatan kradenan blora.

Fakta Unik dari Blora
Berdasarkan kajian pusat penelitian dan pengembangan arkeologi nasional, di sepanjang daerah aliran sungai bengawan solo di blora terdapat 16 teras endapan yang membentang di kecamatan kradenen, kedungtuban dan cepu. Salah satunya adalah teras ngandong. Tinggi teras ini sekitar 28 m dari sungai bengawan solo sekarang. Kawasan itu menjadi pusat penelitian arkeologi sejak 1931, yang dirintis tim survey geologi belanda Ter har Oppenoorth Koenigwald. Tim itu menemukan 11 tengkorak dan dua tibia atau tulang kering. Pada 1977 sejumlah arkeolog dari balai arkeolog yokyakarta melanjutkan penelitian di kawasan blora bagian selatan itu. Semula mereka memfokuskan penelitian di dusun jigar desa mendenrejo kecamatan kredenan dengan luas area penelitian sekitar 2.500 m2. 

Fakta Unik dari Blora
Mereka menemukan sumber daya arkeologi seperti fosil2 binatang purba seperti yang ditemukan di situs sangiran misalnya fosil gajah, rusa, kura2 dan kerbau. Pada saat itulah sejumlah erkeolog itu menyatakan lokasi temuan itu merupakan endapan sungai purba karena letaknya tidak jauh dari sungai bengawan solo purba karena letaknya tidak jauh dari sungai bengawan solo sekarang ini. Pada tahun2 selanjutnya hingga sekarang sejumlah arkeolog menemukan artefak2 zaman klasik dan perkembangan kerajaan2 hindhu buddha. Misalnya pada 1997 arkeolog menemukan sisa2 candi bata di desa kamolan kecamatan blora dan pada tahun 2008 pelataran berundak di desa sentono kecamatan kradenan.

sumber artikel Fakta Unik dari Blora : buku 1 ensiklopedia blora ( alam, budaya dan manusia )

Spektakuler di Blora di Temukan Fosil Gajah Lengkap !!!

Spektakuler di Blora di Temukan Fosil Gajah Lengkap !!!
bengawan solo
Potensi Paleontologi di Daerah Blora
Paleontologi merupakan salah satu cabang yang mempelajari sejarah kehidupan di bumi pada masa lampau ( purba ) melalui rekaman kehidupan berupa fosil, termasuk mempelajari evolusi dan interaksi kehidupan beserta lingkungannya. Ilmu Paleontologi merupakan interaksi antara geologi dengan biologi, di sampiing juga mempunyai kaitan erat dengan Arkeologi, khususnya menyangkut kehidupan manusia purba. Paleontologi Vertebrata, mempelajari fosil hewan bertulang belakang, dari ikan, amfibi, reptilia, burung hingga mamalia, termasuk manusia purba. Paleontologi Invertebrata, tentang fosiil hewan tak bertulang belakang, seperti moluska, antropoda, ekinodermata, foraminafera dan koral.

Fosil Vertebrata, termasuk fosil manusia purba banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lokasi keterpadatan fosil vertebrata, khususnya di daerah sepanjang aliran sungai Bengawan Solo, antara lain : Patiayam ( Pati ), Sangiran, Sambungmacan ( Madiun ), Punung, Sampung, Wajak ( Pacitan ), dan Perning Mojokerto. Lokasi fosil vertebrata di Blora, antara lain terletak di desa Ngandong Kradenan Blora. Fosil Vertebrata di Daerah ini pertama kali ditemukan tahun 1931 oleh C. ter Haar dari Diens Van Den Mijnbouw ( sekarang badan geologi ) ketika melakukan penelitian geologi di daerah ini. Dilanjutkan ekskavasi pada 1931 - 1933 yang berhasil mengumpulkan ribuan fragmen fosil vertebrata, termasuk 11 tengkorak dan 2 tulang kaki (tibia) manusia purba yang dinamakan Homo (Javantropus) soloensis oleh w.w.f oppenoorth (1932) yang lalu dikenal sebagai "manusia solo". Di kalangan para ahli paleontologi, Solo Man disebut Homo erectus soloensis.

Di Megeri, sejak tahun 2004, tim riset vertebrata badan geologi  mulai melakukan penelitian di daerah blora dengan fokus penelitian endapan teras bengawan solo. Penelitian ini berhasil menemukan lokasi yang kaya kandungan fragmen fosil vertebrata di bekas penggalian pasir di dusun sembungan, desa megeri kecmatan kradenan. Berhasil mengumpulkan ratusan fragmen fosil kerbau, banteng, gajah dan rusa. Salah satu temuan yang langka adalah fosil tengkorak harimau yang hampir lengkap, jenis panthera tigris soloensis. Di medalem dalam penelitian tahun 2006, di bekas galian pasir di dusun sunggun, desa medalem kecamatan kradenan diperoleh indikasi adanya fosil vertebreta. 
 Spektakuler di Blora di Temukan Fosil Gajah Lengkap !!!Selanjutnya pada 23 Maret 2009 dilakukan penggalian uji (test pit) ditemukan kerangka hampir lengkap dari seekor gajah. Temuan termasuk spektakuler karena sejak dimulainya penelitian fosil vertebrata di indonesia tahun 1850 an ( 150 tahun lalu ) baru sekarang ditemukan satu individu  lengkap fosil gajah. Dari berbagai tulang belulang yang di peroleh dapat di pastikan gajah ini termasuk dalam genus elephas, sedangkan spesiesnya di duga termasuk elephas hysudrintics, tetapi lebih primitif.
artikel tentang Spektakuler di Blora di Temukan Fosil Gajah Lengkap !!! ini bersumber dari buku ensiklopedia blora (alam, budaya dan manusia) buku 1

Kamis, 03 Mei 2012

Penyerahan Piala Hardiknas oleh Bupati Blora

Penyerahan Piala Hardiknas oleh Bupati Blora
Blora - Peringatan Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ) di gelar di halaman Kantor Pemkab Blora dalam Upacara Bendera, kemarin. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan piala dan hadiah oleh Bupati Blora Djoko Nugroho kepada para siswa yang memenangkan lomba.
Mereka antara lain :
  • Kingkin Prabawati dari SD Katholik Santo Luis, Cepu sebagai juara 1 lomba menyanyi tunggal. 
  • Febriyanti Diah dari SDN Tempelan Blora juara 1 lomba pidato bahasa Indonesia.
  • M. Galih kusumo dari SDN Tempelan Blora sebagai juara 1 lomba cerita bergambar.
  • David suherman Cs SDN 1 Sambong sebagai juara 1 lomba seni tarian daerah. 
  • Salma Fais Arifani dari SDN 2 Sidorejo, Kedungtuban sebagai juara 1 lomba seni kriya anyaman
  • Nadis Diptya W dari SDN Tempelan sebagai juara 1 lomba seni lukisan
  • Retno Ayu Tri Astuti, SDN 6 jepon juara 1 lomba Cipta Puisi
  • Yesi Ruwina SDN Ngawenombo Kunduran sebagai juara 1 lomba membatik
Sementara untuk tingkat SMA, hadiah diserahkan kepada :
  • Ahmad Sugito dan Elza Monica dari SMAN 1 Ngawen sebagai juara 1 lomba Tari Kreasi Berpasangan
  • Atik Galuh dan Imam dari SMKN 1 Cepu sebagai juara 1 lomba Tari kreasi berpasangan
  • Yulanda K Pradeni cs juara 1 lomba drama
  • Herlina Dini Nugraheni dan Galang Nur Puji Pamungkas SMAN 1 cepu juara 1 lomba Cipta dan baca puisi SMA
  • Fenera Zara Felustra dari SMAN 1 Blora sebagai Juara II Lomba Kriya/keterampilan siswa SMA tingkat Jateng
  • dan Fahmi Yukha S dari SMAN 1 Blora juara II lomba poster SMA tingkat Jateng
Penyerahan Piala Hardiknas oleh Bupati Blora ini bersumber dari Suara Muria Kamis 3 Mei 2012.

Rabu, 02 Mei 2012

Silsilah dan Bupati Blora

Silsilah dan Bupati Blora
1)RMT. Tjokro nagoro III dan Istri 2)RMT. Tjokronagoro III dan saudaranya 3)RMT. Tjokro Nagoro Tahun 1862 4)RMT. Tjokro nagoro III
1)RMT. Tjokro nagoro III dan Istri 2)RMT. Tjokronagoro III dan saudaranya 3)RMT. Tjokro Nagoro Tahun 1862 4)RMT. Tjokro nagoro III
Maaf kalau foto kurang jelas( dari buku fotocopian kamera 2 MP )
Di postingan sebelumnya telah saya bagikan sedikit gambaran umum tentang Blora. Kali ini saya akan menyalin dari sumber yang sama tentang Silsilah dan Bupati Blora.
Melalui perjalanan sejarah yang panjang, Blora mulai berubah statusnya yaitu dari daerah apanage menjadi daerah kabupaten. Perubahan itu terjadi pada hari Kamis Kliwon, tanggal 1 Sura tahun Alib 1675 menurut perhitungan tahun jawa, atau tanggal 11 Desember 1749 M. Sejak saat itudapat dikatakan, bahwa Blora lahir sebagai kabupaten. Adapun Bupati pertamanya adalah Wilatikta. Akan tetapi setelah kerajaan Mataram dibagi menjadi dua, Tumenggung Wilatikta melepaskan jabatannya sebagai bupati karena ia tidak mau menjadi bawahan Kasunanan Surakarta. Setelah itu di Kabupaten Blora terjadi kekosongan Jabatan Bupati. Pada tahun 1762, kekosongan jabatan bupati itu diisi kembali. Pengisian jabatan itu bermula dari adanya perselisihan keluarga di Kasunanan Surakarta ( Istana )yang akhirnya berkembang ke daerah Blora.
Latar belakang yang dilakukan Tumenggung Wilatikta melepaskan diri dari jabatan Bupati Blora, di duga karena ia tak mau bekerja sama dengan pemerintah penjajah Belanda. Konon pemerintahan Mataram di bawah Mangkubumi dikenal tidak menyukai kerjasama dengan Belanda. Lain dengan Kasunanan yang mau bekerjasama dengan Belanda. Menilik tindakan Wilatikta dapat dikatakan ia adalah seorang figur Bupati Blora pertama, yang tidak sudi bekerjasama dengan penjajah Belanda.

Silsilah dan Bupati Blora dari berdiri sampai sebelum kemerdekaan adalah :
  1. Tumenggung Wilatikta ( 1749-1755 )
  2. RT. Djayeng Tirtonoto ( 1762-1782 )
  3. RT. Tirtokusumo ( 1782-1812 )
  4. RT. Prawiro Yudho (1812-1823 )
  5. RT. Tirto Nagoro ( 1823-1842 )
  6. RT. Aryo Cokronagoro I ( 1842 )
  7. RT. Tirto Nagoro ( 1843-1847 )
  8. RT. Panji Noto Nagoro ( 1847-1857 )
  9. RT. Tjokro Nagoro II ( 1873-1886 )
  10. RMT. Tjokro Nagoro III ( 1986-1912 )
  11. RM. Said Abdulkadir Jaelani ( 1912-1926 )
  12. RM. Tjakraningrat ( 1926-1938 )
  13. R. Muryono Joyodigdo ( 1938-1942 )
  14. RM. Sudjono ( 1942-1945 )
Secara resmi Pembentukan Kabupaten Blora didasarkan pada Undang - undang No. 13/1950 tanggal 8 Agustus 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten di Wilayah Propinsi Jawa Tengah. Bupati Blora dari 1945-2010 adalah :
  1. Mr. Iskandar ( 1945-1948 )
  2. R. Wibisono ( 1948-1949 )
  3. R. Siswadi Joyosurono ( 1949-1952 )
  4. R. Sudjono ( 1952-1957 )
  5. R. Sunartyo ( 1957-1960 )
  6. R. Sukirno Sastro Dimejo ( 1960-1967 )
  7. Srinardi ( 1967-1973 )
  8. Supadhi Yudhodarmo ( 1973-1979 )
  9. H. Soemarno ( 1979-1989 )
  10. H. Soekardi Hardjoprawiro, MBA.MM ( 1989 -1999 )
  11. Ir. Basuki Widodo ( 2000-2007 )
  12. Drs. RM. Yudi Sancoyo, MM ( 2007-2010 )
  13. Joko Nugroho ( 2010 -..........)
demikian Silsilah dan Bupati Blora yang bersumber dari Buku 1 Ensiklopedia Blora ( Alam, Budaya dan Manusia ). Semoga bermanfaat dan menambah wawasan generasi muda Blora Khususnya.

ENSIKLOPEDIA BLORA

ENSIKLOPEDIA BLORA
Sejarah Blora dari Masa Ke Masa
ENSIKLOPEDIA BLORA
Ulang Tahun BloraSejarah Blora terentang panjang sejak masa prasejarah hingga era modern ini. Terbukti daerah ini banyak menyimpan benda cagar budaya yang ditemukan oleh masyarakat serta hasil dari penyisiran geologi. Mulai dari fosil kepala kerbau, kuburan batu,arca Ganesha, genteng buatan tahun 1910, sampai peninggalan masa kolonial berupa senapan VOC, lubang ventilasi, hingga klise foto yang berbahan kaca. Berdasarkan temuan tersebut, benda cagar budaya dapat dibagi dalam lima masa yakni :
  1. masa prasejarah
  2. masa pengaruh hindhu budha
  3. masa pengaruh islam
  4. masa kolonial
  5. masa pasca kemerdekaan
ENSIKLOPEDIA BLORA- Cagar Budaya Blora pada masa prasejarah
Peninggalan masa prasejarah ditemukan fosil kepala kerbau di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kredenan. Penemuan lain di Desa Jiken, Kecamatan Jiken berupa batu bulat berdiameter 20 cm berbahan batu lokal. Diperkirakan batu tersebut, dipakai untuk berburu binatang. Bola diikatkan pada tali, kemudian dilempar ke kaki binatang. Di Kecamatan yang sama, di Desa Bleboh, ditemukan kubur peti batu di hutan jati daerah setempat. Kubur peti batu tersebut merupakan salah satu bangunan Megalitikum, yang muncul pada masa perundagian pada sekitar 500 SM. Didirikannya bangunan pada masa megalitikum menunjukkan, bahwa daerah tersebut merupakan pusat pemujaan yang memiliki kekuatan supranatural.

Ketika itu, Eugine Dubois tidak berhasil mengumpullkan fosil pithecantropus secara utuh, melainkan hanya tempurung tengkorak, tulang paha atas dan tiga giginya saja. Dan sampai saat ini belum ditemukan bukti yang jelas bahwa ketiga tulang tersebut berasal dari spesies yang sama. Sebuah laporan berisi 342 halaman di tulis pada waktu itu tentang keraguan validitas penemuan tersebut. Meskipun demikian manusia jawa masih dapat di temuukan di buku2 pelajaran saat ini. Fosil yang lebih lengkap kemudian ditemukan di Desa Ngandong, desa di Blora selatan ( yang lebih sering di anggap sebagai wilayah ngawi ). Fosil berupa tempurung tengkorak manusia ini di temukan oleh Gustav Heinrich Ralph Von Koenigwald, seorang ahli paleontologi dari Berlin, pada tahun 1936. Sampai temuan manusia yang lebih tua lainnya ditemukan di Great Rift Valley, Kenya, temuan Dubois dan Koenigswald merupakan manusia tertua yang diketahui. Temuan ini juga dijadikan rujukan untuk mendukung teori Evolusi Charles Darwin dan Alfred russel Wallace. Banyak Ilmuwan saat itu juga mengajukan teori bahwa manusia jawa mungkin merupakan mata rantai yang hilang antara manusia kera dan manusia modern saat ini. Saat ini, antropolog bersepakat bahwa leluhur manusia saat ini adalah Homo Erectus yang hidup di Afrika ( sekarang dianggap sebagai spesies tersendiri Homo Ergaster ).

ENSIKLOPEDIA BLORA- Cagar Budaya Blora pada masa pengaruh Hindhu Budha
Blora juga menyimpan situs masa Hindu Budha berupa arca Ganesha, Siwa Mahadewa, Agastya, Nandiswaradan arca lain yang ditemukan di Kecamatan Blora sulit diidentifikasi karena sudah aus. Tumpukan batu bata kuno dan dua antefik atau hiasan pada atap yang berasal dari tanah liat  bakar di temukan di Kuwung, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan. penemuan Antefik tersebut menunjukkan, bahwa dahulu ada bangunan candi di daerah itu dengan lokasi daerah yang relatif tinggi. di Desa bandungrejo, Kecamatan Ngawen juga ditemukan lumpang batu yang berfungsi untuk menumbuk biji-bijian sekaligus sebagai benda religi. Menurut cerita, nama Blora berasal dari kata belor (lumpur) yang berkembang menjadi mbeloran. Ada juga yang melihat dari kata wai ( air ) yang lorah ( jurang/dataran rendah ), sehingga disebut wailorah atau bailorah yang kemudian berkembang menjadi balora atau Blora. hari jadi kabupaten ini pada 11 Desember 1749. Wilayah yang di dominasi oleh hutan jati ini tidak pernah lepas dari konflik kepentingan dari zaman ke zaman. Sejak zaman kerajaan demak, Mataram hingga sekarang wilayah ini menjadi primadona karena hasil buminya.

ENSIKLOPEDIA BLORA- Cagar Budaya Blora pada masa pengaruh Islam
Pada masa pengaruh islam, juga ditemukan kitab tafsir Jalalain, kitab Ushul dan kitab Ushul Fiqh seluruhnya tulisan tangan dan saat ini kitab2 tersebut berada di museum mahameru Blora. 

ENSIKLOPEDIA BLORA- Cagar Budaya Blora pada masa Kolonial
Pada masa pengaruh Kolonial, di Blora ditemukan Peples Tentara, senapan VOC,lubang ventilasi,radio,klise foto berbahan kaca, piring KNIL dan filter air yang ditemukan di Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora. Alat tersebut dibuat di Inggris dan diperkirakan berasal dari awal abad ke-19. Di desa Kunden juga ditemukan pot bunga yang terbuat dari keramik yang di perkirakan di buat pada masa dinasti Ming1368-1643 M. Sejumlah benda bersejarah lainnya juga dapat ditemukan di Kabupaten Blora seperti makan Sunan janjang yang terletak di desa janjang kecamatan Jiken. Bentuk makam dan nisannya secara keseluruhan termasuk bahan bangunan yang memiliki nilai sejarah tinngi. Peninggalan Belanda sampai sekarang juga masih dapat disaksikan langsung, yakni stasiun Kereta api dan lokomotif di kecamatan Cepu. jalur pertama Semarang - Kedungjati diresmikan tahun 1871.

ENSIKLOPEDIA BLORA- Cagar Budaya Blora pada masa Era modern
Dalam sejarah modern nya, Blora juga mencatat suatu konflik menarik. Tokoh Samin Surosentiko memusingkan pihak berwenang Hindia Belanda di awal abad ke-20 melalui ajaran2 perlawanan tanpa kekerasan, diantaranya :
*Menolak Membayar Pajak*
Ia mulai mengembangkan dan menyebarkan ajarannya pada tahun 1890 di Desa Klopoduwur. Banyak orang desa di wilayah sekitarnya, antara lain dari Tapelan datang berguru. Pemerintah Kolonial saat itu belum tertarik karena merebaknya kepercayaan yang mengakibatkan berkumpulnya orang itu belum dianggap mengganggu keamanan. Pada 8 November 1907, Ki Samin di angkat oleh pengikutnya menjadi Ratu Adil dengan gelar Panembahan Suryangalam. Empat puluh hari kemudian ndara seten ( Asisten Wedana, Camat ) Randublatung, raden Pranala menangkap dan menahannya di bekas tobong (tempat pembakaran batu gamping ). Ia kemudian dibawa ke Rembang, diinterogasi dan bersama delapan pengikutnya dibuang ke luar Jawa, tepatnya di Sumatra, dengan tuduhan penghasutan dan pendurhakaan ( sedition )

Kasus sejarah lain adalah kasus "Dukun Sakti" Mbah Suro di perbatasan Blora-Bojonegoro pada 1967. Peristiwa yang berakhir dengan berdarah2, termasuk tewasnya mbah Suro, dan di tahannya ratusan orang itu sempat menggegerkan Tanah Air. 

Selain Konflik, Blora dan Bojonegoro sering disebut sebagai " daerah paling miskin di jawa " Ini sebenarnya adalah Ironi, karena sebenarnya daerah tersebut kaya sumber daya alam. Dalam buku The History of Java ( 1817 ), Sir Thomas Raffles pun mengakui betapa daerah Blora, Rembang dan Bojonegoro adalah daerah penghasil kayu terbaik di dunia.
Cerita tentang kraton Solo dan Yokyakarta yang menggunakan kayu jati terbaik dari Blora juga sudah banyak di ketahui. Kuatnya pengaruh kedua Kraton pecahan Mataram tersebut, tercermin di makam Bupati Blora Tempoe Doeloe di Ngadipurwo, yang kawasannya menjadi dua kawasan.
 Hal lain yang perlu di catat adalah :
  1.  waktu mataram di perintah Panembahan Senopati ( 1586-1601 ), Blora termasuk wilayah Mataram Bagian Timur yang disebut daerah Bang Wetan.
  2.  Pada waktu masa Raja Sultan Agung (1613-1645) mengadakan pembagian wilayah, Blora termasuk wilayah mancanegara Timur. 
  3. Pada masa Pemerintahan Paku Buwono I (1740-1719) daerah Blora diberikan kepada putranya Pangeran Blitar sebagai Apanage dan diberi gelar Adipati.
  4. Pada waktu Mataram dibawah paku Buwono II (1727-1749), terjadilah perlawanan Mas Said dan Mangkubumi, pada saat itu paku Buwono II di bantu oleh kompeni. Mangkubumi berhasil menguasai Sukowati, Grobogan, Demak, Blora dan Yokyakarta.Mangkubumi kemudian diangkat oleh rakyatnya menjadi Raja di Yokyakarta. Menurut buku Kutharama pengangkatannya terjadi pada hari jumat legi 1 Sura tahun Alib 1675 ataau tanggal 11 desember 1749. Bersamaan naik tahtahnya Mangkubumi diadakan pengangkatan pejabat termasuk pengangkatan Wilatikta menjadi Bupati Blora dengan pangkat Tumenggung. Berdasarkan sejarah tersebut maka pengangkatan Wilatikta menjadi Bupati Blora dengan pangkat Tumenggung Perang Mangkubumi pada tanggal 11 Desember 1749 atau bertepatan dengan 2 Suro tahun Alib 1675 dijadikan hari jadi kota Blora.
demikian sedikit gambaran BLORA yang bersumber dari buku 1 Ensiklopedia Blora ( alam, budaya dan manusia ), semoga bermanfaat dan di pergunakan seperlunya.


Kamis, 26 April 2012

Angkringan Blora

Angkringan Blora
Angkringan Blora

Angkringan bisa juga di sebut sebagai tempat tongkrongan masyarakat ekonomi kalangan kelas menengah kebawah. Karena di tinjau dari tempat nya Angkringan memang sangat sederhana di bandingkan tempat makan atau tempat nongkrong yang lain, cukup menggunakan gerobak,lesehan (tempat duduk yang beralaskan tikar). Tapi karena kekurangan nya ini justru menjadikan angkringan mempunyai daya tarik tersendiri. Khususnya bagi muda - mudi di Kota Blora ini. Setelah penat dengan kesibukan yang padat, biasanya mereka mangkring (makan di angkringan) bersama teman. Angkringan Blora menyediakan menu :

  • sego kucing (nasi di bungkus kecil2)
  • aneka gorengan khas Blora
  • serta aneka minuman
  • dan yang paling khas adalah Kopi Khotok Blora

Angkringan Blora dapat anda jumpai hampir di semua Jalan Utama di Kota Blora. Dari sekian banyak Angkringan Blora boleh di bilang angkringan yang paling kretif adalah "angkringan sendok puntir", angkringan yang satu ini memang sangat kreatif agar mudah di ingat bagi pengunjungnya sendok nya di puntir.

Jati Blora

Jati Blora
Secara geografi Kabupaten Blora merupakan kawasan hutan, terutama di bagian utara, timur, dan selatan. Dengan luas 1.820,59 km2 yang separoh wilayahnya merupakan kawasan hutan. Jati Blora tergolong jati berkualitas tinggi di Pulau Jawa, Apalagi jika proses penebangannya dengan cara di teres yaitu dua tahun sebelum ditebang pohon jati mesti dimatikan terlebih dengan cara diteres. Proses ini merupakan upaya mengurangi kadar air di dalam kayu. Dengan langkah tersebut kelak akan diperoleh kayu jati berkualitas tinggi, lebih awet, tidak mudah pecah, ringan waktu diangkut, dan mudah dikerjakan. Setelah mengalami teresan selama dua tahun, pohon jati baru ditebang.

Yang mungkin paling menarik dikunjungi untuk mengenal Jati Blora adalah Monumen Gubug Payung di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Tempat ini merupakan museum hidup dari pepohonan jati yang berusia lebih dari seabad, setinggi rata-rata di atas 39 meter dan berdiameter rata-rata 89 sentimeter.
Kita dapat menikmati pemandangan hutan dari ketinggian dengan menumpang loko “Bahagia”. Di sini, kita juga dapat meninjau Arboretum Jati; hutan buatan dengan koleksi 32 jenis pohon jati yang tumbuh di seluruh Indonesia. Ada juga Puslitbang Cepu yang mengembangkan bibit jati unggul yang dikenal sebagai JPP (Jati Plus Perhutani). Pengunjung boleh membeli sapihan jati dan menanamnya sendiri di sini. Pengelola kemudian akan merawat dan menamai pohon itu sesuai dengan nama pengunjung bersangkutan.

Tapi setelah Era Reformasi Hutan Jati Blora mengalami penjarahan secara besar2an, sehingga banyak jati - jati yang berukuran besar lenyap tanpa jejak. "Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga" di tahun 2011 terkena angin puting beliung, sehingga banyak jati yang roboh sampai akarnya.

Pohon jati yang dianggap baik apabila pohon jati bergaris lingkar besar, berbatang lurus, dan sedikit cabangnya. Kayu jati terbaik biasanya berasal dari pohon yang berumur lebih daripada 80 tahun.
Daun umumnya besar, bulat telur terbalik, berhadapan, dengan tangkai yang sangat pendek. Daun pada anakan pohon berukuran besar, sekitar 60-70 cm × 80-100 cm; sedangkan pada pohon tua menyusut menjadi sekitar 15 × 20 cm. Berbulu halus dan mempunyai rambut kelenjar di permukaan bawahnya. Daun yang muda berwarna kemerahan dan mengeluarkan getah berwarna merah darah apabila diremas. Ranting yang muda berpenampang segi empat, dan berbonggol di buku-bukunya.
Bunga majemuk terletak dalam malai besar, 40 cm × 40 cm atau lebih besar, berisi ratusan kuntum bunga tersusun dalam anak payung menggarpu dan terletak di ujung ranting; jauh di puncak tajuk pohon. Taju mahkota 6-7 buah, keputih-putihan, 8 mm. Berumah satu.
Buah berbentuk bulat agak gepeng, 0,5 – 2,5 cm, berambut kasar dengan inti tebal, berbiji 2-4, tetapi umumnya hanya satu yang tumbuh. Buah tersungkup oleh perbesaran kelopak bunga yang melembung menyerupai balon kecil. Itulah sedikit banyak pengetahuan tentang Jati Blora.
Artikel Jati Blora ini dikumpulkan dari berbagai sumber.


Cara Membuat Kripik Tempe Blora

Cara Membuat Kripik Tempe Blora
Cara Membuat Kripik Tempe Blora
Kripik tempe merupakan makanan khas Blora. Apabila Anda mampir ke Blora belum klop rasanya bila belum merasakan jajanan khas Blora satu ini. Kripik tempe buatan Blora sudah menembus pasaran Nasional. Kripik tempe bisa anda beli hampir di setiap warung - warung di Blora. Kelurahan Kedungjenar Kecamatan Blora merupakan Sentra Produksi Kripik Tempe di Blora.Berikut Cara Membuat Kripik Tempe Blora :

Bahan yang digunakan untuk Cara Membuat Kripik Tempe Blora :
  • Tempe kedelai secukupnya
  • Tepung beras, 300 gram
  • Tepung tapioka/kanji, 150 gram
  • Telur ayam, 1 butir
  • Air, 500 gram
  • Minyak goreng, 2 liter
Bumbu halus yang digunakan untuk Cara Membuat Kripik Tempe Blora :
  • Ketumbar, 10 gram
  • Bawang putih, 50 gram
  • Kemiri, 50 gram
  • Kunyit bubuk, 1/4 sendok teh ( jika suka )
  • Garam, 8 gram
  • Daun jeruk, 5 gram
Cara Membuat Kripik Tempe Blora :
  1. Lapisan : Campur tepung beras, tepung tapioka, telur ayam, bumbu halus hingga rata. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata, sisihkan.
  2. Potong/iris tempe dengan ketebalan kira-kira 0,5 mm – 1 mm.
  3. Panaskan minyak di atas api sedang.
  4. Celup tiap lembaran tempe dalam adonan lapisan, angkat, tiriskan. Goreng hingga kering dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan dan dinginkan.
  5. Keripik tempe siap dikemas.
Tips Cara Membuat Kripik Tempe Blora :
  • Untuk membuat keripik tempe, sebaiknya pilih tempe yang padat, agar penampilannya lebih cantik dan renyah / krispi lebih lama.
  • Lebih bagus lagi bila tempenya diproduksi sendiri dengan ketebalan sesuai ukuran keripik yang akan dibuat sehingga tidak perlu memotong. Jika memang tempenya harus membeli, disarankan menggunakan alat pemotong khusus, karena sifat tempe mudah hancur saat dipotong.
  • Potong/iris tempe sesaat akan diolah agar spora tidak banyak tumbuh, karena kalau spora terlalu banyak tumbuh dapat mengakibatkan kerenyahan keripik tempe cepat hilang ( melempem ).
  • Gunakan minyak goreng yang baru dan banyak saat menggoreng keripik tempe, agar penampilan dan rasa keripik berkualitas ( tidak tengik dan warnanya kuning cerah kecokelatan ).
  • Kemas keripik tempe dengan kemasan yang betul-betul kedap udara, agar kerenyahan tempe lebih terjaga. Pastikan keripik tempe sudah dingin saat dikemas.
  • Demikian Tips Cara Membuat Kripik Tempe Blora.

Lowongan Kerja Blora 2012

Lowongan Kerja Blora 2012
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan Januari 2012
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan Pebruari 2012  
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan Maret 2012  
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan April 2012  
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan Mei 2012  
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan Juni 2012  
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan Juli 2012  
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan Agustus 2012  
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan September 2012  
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan Oktober 2012  
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan November 2012  
  Informasi Lowongan Kerja di Blora tahun 2012 bulan Desember 2012  
Artikel ini merupakan awalan bagi masyarakat Blora yang mau menginformasikan Lowongan Kerja, Bagi yang berminat mencari tenaga kerja ataupun mencari pekerjaan,
dapat menghubungi : 
@mail : bangdoel38@gmail.com
Bagi yang berminat memasang Lowongan Kerja Blora 2012, gratiss !!!!!
semoga artikel ini bisa menjadi stimulan bagi para pemasang informasi Lowongan kerja di Blora.

Rabu, 25 April 2012

Wisata Blora Gubug Payung

Wisata Blora Gubug Payung
Wisata Blora Gubug PayungWisata Blora Gubug Payung  terletak di antara jalan raya Blora-Cepu ditetapkan sebagai Monumen Jati Alam, yang menempati petak 1.092 A (kode untuk pohon jati alam), dengan luas hutan 31,8 hektar. Sedang jumlah pohon jati sesuai yang tercatat di lokasi monumen, 1.766 batang. Tinggi pohon rata-rata 39 meter, garis tengah 89 centimeter dan sebagian besar berumur lebih dari 100 tahun.

Melihat sekilas kondisi hutan Gubug Payung yang juga dijadikan tempat wisata ini, sungguh mengenaskan. Di kanan kiri jalan menuju lokasi, sejauh mata memandang hanya terlihat tonggak kayu peninggalan penjarah. Begitu pula tonggak kayu yang dicabut dibiarkan teronggok di tempat penimbunan kayu (TPK). Itu merupakan salah satu bukti bahwa hutan jati kelas dunia dan dilindungi ini tidak luput dari aksi pencurian/penjarahan. Di Wisata Blora Gubug Payung terdapat lintasan rel kereta api yang ditarik dengan lokomotif tua buatan Berliner Maschinenbaun ,Jerman, tahun 1928.

Wisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang

Wisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang
Wisata Blora Petilasan Kadipaten JipangWisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang terletak di Desa Jipang, Kecamatan Cepu lebih kurang 45 km kearah Tenggara dari Kota Blora. Wisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang merupakan objek wisata peninggalan sejarah dan adat budaya pada jaman Kerajaan Pajang. Terkenal dengan sebutan Kadipaten Jipang Panolan yang berkedudukan di Desa Jipang, Kecamatan Cepu dan berada dipinggir Bengawan Solo, disamping sebagai pusat Pemerintahan sekaligus juga sebagai Bandar Perdagangan.

Pada saat itu pemimpin Kadipaten Jipang adalah Adipati Aryo Penangsang dengan kudanya yang terkenal sakti ; "Gagak Rimang". 

Petilasan Kadipaten Jipang Panolan setelah dihancurkan oleh Pajang yang masih ada hingga sekarang :
  • Petilasan Semayam Kaputren,
  • Petilasan Bengawan Sore,
  • Petilasan Masjid,
Makam Kerabat Kadipaten waktu itu atau disebut Makam Gedhongan antara lain :
  • Makam R. Bagus Sumantri,
  • R. Sosrokusumo,
  • R.A. Sekar Winangkrong,
  • Tumenggung Ronggo Admojo,
serta lebih kurang 20 meter ditepi Bengawan Solo terdapat Makam Santri Songo yang dibunuh karena diduga mata-mata dari Pajang, diantara kesembilan makam tersebut menurut keterangan penduduk, nama yang dikenal yaitu : 
  • R. Bagus Sulaiman,
  • Ismail,
  • dan Sulastri, 
Wisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang banyak dikunjungi masyarakat untuk berziarah atau tujuan tertentu, terutama pada hari kamis malam jumat.
Wisata Blora Petilasan Kadipaten Jipang, sumber : http://khatusbikha.blogspot.com

Wisata Blora Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban

Wisata Blora Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban
Wisata Blora Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban terletak di Dukuh Kedinding, Desa Ngarho, Kecamatan Kedungtuban sekitar 43 Km ke arah tenggara dari Kota Blora, mudah dijangkau kendaraan roda dua ataupun roda empat sampai ke jalan desa, serta jalan kaki sambil menikmati pemandangan alam untuk mencapai ke makam dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 500 m karena letaknya berada di puncak perbukitan dengan luas areal bangunan kurang lebih 49 m2.

Menurut cerita masyarakat setempat, Wisata Blora Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban adalah makam seorang Adipati Panolan sesudah Ario Penangsang bernama Pangeran Adipati Noto Wijoyo. Di dalam halaman tersebut juga terdapat makam Nyai Tumenggung Noto Wijoyo. Karena jasa-jasanya yang sampai saat ini masih dikunjungi masyarakat untuk tujuan tertentu bahkan pernah dipugar oleh Bupati Blora pada tahun 1864 dengan memakai sandi sengkolo, Karenya Guna Saliro Aji (1864).
Wisata Blora Makam Purwo Suci Ngraho Kedungtuban, sumber : www.promojateng-pemprovjateng.com

Wisata Blora Makam Maling Gentiri

Wisata Blora Makam Maling Gentiri
Wisata Blora Makam Maling Gentiri
Wisata Blora Makam Maling Gentiri terletak di Desa Kawengan Kecamatan Jepon yang mudah dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat. Menurut buku karya Sartono Dirdjo (th 1984) serta buku tradisional Blora karya Prof. DR. Suripan Sadi Hutomo (th 1996) serta hasil dari cerita rakyat, Gentiri adalah anak dari Kyai Ageng Pancuran yang saat hidupnya memiliki kesaktian tinggi, suka menolong pada orang yang kesusahan serta orang yang tidak mampu. Namun dia suka mencuri dan hasil curian tersebut yang sering diberikan pada orang-orang yang membutuhkan. Maling gentiri di kalangan rakyat miskin dijuluki ratu adil yang dianggap sebagai tokoh yang suka mengentaskan rakyat dari kemiskinan.

Dengan perjalanan sejarah yang panjang akhirnya maling Gentiri sadar dan semua yang kelakuan yang melanggar hukum ia tinggalkan. Akhirnya ia meninggal dan dimakamkan di Desa Kawengan kecamatan Jepon.disitulah Wisata Blora Makam Maling Gentiri. Karena jasa-jasanya terutama pada rakyat miskin, makam tersebut banyak dikunjungi masyarakat dalam maupun luar kota karena masih dianggap keramat dan memberikan berkah.
Wisata Blora Makam Maling Gentiri, sumber : http://seputarcepublora.blogspot.com

Wisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati Iswara

Wisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati Iswara
Wisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati IswaraWisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati Iswara terletak di Desa Janjang Kecamatan Jiken, kurang lebih 31 Km ke arah Tenggara dari Kota Blora atau 10 Km. dari Kecamatan Jiken. Mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Luas areal makam mencapai 1 hektar yang didalamnya terdapat makam Jati Kusumo dan Jati Swara, makam Rondo Kuning (putri yang tergila-gila ingin diperistri oleh kedua bangsawan tersebut), empat makam sahabat, bangsa sesaji, guci berisi air yang dianggap memberikan berkah, batu pasujudan dan bangsal untuk pertunjukan wayang krucil.

Menurut cerita Rakyat setempat, Pangeran Jati Kusumo dan Pangeran Jati Swara adalah dua bersaudara putera dari Sultan Pajang. Memiliki kesaktian yang tinggi, suka menolong, dan juga suka mengembara ke berbagai daerah untuk menyebarkan Agama Islam. Hal itu terbukti dengan adanya bangunan masjid untuk mengingat jasa-jasanya.
Sebagai kelanjutan masyarakat setempat dengan kedua tokoh tersebut, setiap tahunnya diadakan upacara khusus yakni Upacara Manganan Jangjang yang dilaksanakan setiap jumat pon pada bulan sapar (bulan jawa). Upacara ini menyedot ratusan orang untuk berkunjung ke Wisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati Iswara termasuk wisatawan dari luar kota. Selain itu setiap malam jumat pon, makam itu juga banyak dikunjungi peziarah.
Wisata Blora Makam Jati Kusumo dan Jati Iswara , sumber :http://seputarcepublora.blogspot.com

Wisata Blora Makam Sunan Pojok

Wisata Blora Makam Sunan Pojok
Wisata Blora Makam Sunan PojokWisata Blora Makam Sunan Pojok terletak di jantung Kota Blora dekat dengan Alun-Alun Kota Blora, tepatnya berada disebelah Utara Pasar Kota Blora, sangat strategis dan mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Menurut data inventaris Kepurbakalaan dari Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Blora serta hasil dari pendapat sebagian tokoh masyarakat mengenai data-data makam para tokoh Pemerintahan dan Keagamaan pada waktu dulu, merupakan awal mula pemerintahan di Kabupaten Blora.

Barangjkali dari sini dapat digambarkan asal mula Kabupaten Blora. Wisata Blora Makam Sunan Pojok adalah Makam Pangeran Surobahu Abdul Rohim. Sebelumnya beliau adalah seorang perwira di Mataram yang telah berhasil memadamkan kerusuhan di daerah pesisir utara atau tepatnya didaerah Tuban, sekembalinya dari Tuban diperjalanan beliau jatuh sakit dan meninggal dunia di Desa Pojok Blora, Menurut seorang ahli makam, sekarang almarhum Mbah Sobib dari desa Bugel Menganti, Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara, Pangeran Surobahu Abdul Rohim juga punya nama kecil yaitu Benun ( Mbah Benun ). Karena jasa-jasa Sunan Pojok, maka putranya yang bernama Jaya Dipa diangkat sebagai Bupati Blora yang pertama ( Dinasti Surobahu Abdul Rohim ), setelah wafat digantikan oleh putranya yang bernama Jaya Wirya, Kemudian oleh Jaya Kusumo. Keduanya, setelah wafat dimakamkan dilokasi Makam Pangeran Pojok. Kauman. Makam Sunan Pojok sering dikunjungi/ diziarahi oleh banyak masyarakat pada malam jumat kliwon pon, setiap kegoatan Khoul tanggal 27 Suro ( Tahun Jawa ), serta pada saat Hari jadi Kab. Blora.
Wisata Blora Makam Sunan Pojok, sumber : http://seputarcepublora.blogspot.com

Wisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan

Wisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan
Wisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah IntanWisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan terletak di Pemakaman Umum di Desa Temurejo Kecamatan Blora, 5 Km. kearah Utara dari Alon-alon kota Blora. Wisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Berdasarkan jejak sejarah yang dihimpun dari berbagai sumber, wanita ini adalah pahlawan dari Aceh. Berdasarkan buku perang kolonial Belanda di Aceh yang diterbitkan oleh pusat dokumentasi dan informasi di Banda Aceh pada masa penjajahan Belanda dibawah pimpinan Letkol TJ Vetlman, srikandi Aceh tersebut ditangkap kemudian di buang ke Blora bersama kedua putranya yakni tuanku Meurah Intan dan tuanku Nurdin yang menetap di desa kauman.

 Poucut Meurah Intan meninggal pada tahun 1937, dan dimakam kan di Desa Temurejo Kecamatan Blora. Hingga kini makam itu masih sering didatangi terutama oleh warga Aceh yang kebetulan berkunjung untuk berziarah.Wisata Blora Makam Srikandi Aceh Poucut Meurah Intan, sumber : www.promojateng-pemprovjateng.com